LAPOS, Lahat – Untuk menjaga kelestarian lingkungan, Bupati Lahat H Saifudin Aswari Riva’I SE belum lama ini telah mencanangkan gerakan menanam pohon dan bunga di seluruh sekolah di daerah itu.
Aswari mengatakan, isu lingkungan hidup sangat strategis dan menjadi perhatian seluruh dunia. Kerusakan hutan terjadi di mana-mana, untuk itu dukungan semua pihak sangat diharapkan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Telah kita umumkan sebelumnya, bahwa sangat penting sekali kelestarian lingkungan supaya dapat dijaga. Apalagi kita telah mencanangkan supaya setiap sekolah harus berusaha melakukan penanaman pohon dan bunga,”katanya.
Dikatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan menanam pohon dan bunga di lingkungan sekolah guna meningkatkan pemahaman terhadap kelestarian lingkungan bagi para pelajar. “Karena kita inginkan sekali khususnya para pelajar yang ada di Kabupaten Lahat ini, dapat mencanangkan apa yang kita harapkan. Supaya Lahat ini tetap hijau,”ucapnya.
Implementasi kebijakan pendidikan lingkungan hidup baik melalui pendidikan formal dan nonformal diarahkan agar semua pihak dapat melakukan peningkatan sumber daya manusia yang dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam dengan tidak merusak lingkungan.
“Salah satu usaha yang dilakukan dengan menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, khususnya kepada pelajar untuk dapat menumbuhkan rasa cinta dan peduli terhadap lingkungan. Terpeliharanya sumber daya alam dan mengupayakan terciptanya lingkungan yang sehat merupakan basis bagi kualitas kehidupan,”ujar Wari.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat Drs H Suhirdin MM mengatakan, kegiatan menanam pohon dan bunga yang dilaksanakan di setiap sekolah merupakan langkah awal, terhadap pelajar untuk menghijaukan sekolah serta hijaukan Kabupaten Lahat.
“Kegiatan menanam pohon dan bunga bertujuan untuk menumbuhkan rasa kesadaran dalam memelihara dan menjaga lingkungan, dan berpartisipasi secara langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup,”imbuhnya.
Tak hanya pihak pemerintah dan pelajar saja yang akan berusaha mencanangkan penanaman pohon serta bunga di sekolah melainkan pihaknya telah melakukan kerja sama dengan pihak ketiga yang ikut berpartisipasi dalam menghijaukan Kabupaten Lahat umumnya. (18)

Jakarta - Sidang terdakwa Anggodo Widjojo kembali digelar dengan agenda memeriksa keterangan saksi Edi Soemarsono di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (8/6).
Dalam kesaksiannya, Edi mengaku tidak tahu adanya aliran dana Rp 6 miliar dari kakak Anggodo, Anggoro, ke Ary Muladi untuk 12 penyidik KPK, Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja, dan pimpinan KPK, yaitu M Jasin dan Bibit Samad Rianto.
Ia hanya mengetahui soal itu dari mulut Anggodo dan Ary. Dari mulut Anggodo di ruang jaksa Irwan Nasution, Edi tahu bahwa tujuan penggelontoran dana bermiliar-miliar itu ditujukan untuk menghentikan kasus proyek Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) yang melibatkan Anggoro dan mencabut pembekuan aset perusahaan Anggoro, PT Masaro, serta mencabut cekal Anggoro.
Dari mulut Anggodo, Edi tahu bahwa mantan Ketua KPK, Antasari, belum mendapatkan jatah. Dalam komunikasi antara Edi dan Ary, keduanya menggunakan istilah-istilah tertentu. Keduanya memanggil Antasari dengan panggilan Si Kumis. “Katanya Rp 6 miliar sudah diberikan. Yang belum kebagian Si Kumis saja, yaitu Antasari,” kata Edi.
Namun, Edi mengaku tidak tahu apakah Ary benar-benar menyampaikan uang itu kepada pimpinan KPK atau tidak. “Saya tidak tahu, kapan uang diserahkan terdakwa ke Ary. Cuma dengar dari terdakwa dan Ary,” ujarnya. (jp)
LAPOS, Merapi Timur - Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golongan Karya (Golkar) Kecamatan Merapi Timur menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang ke-18 yang dilaksanakan di Desa Arahan kemarin pagi (28/6).
Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar H Hazairin mengatakan, Muscam yang digelar tersebut, untuk mengukuhkan ketua umum DPC Partai Golkar beserta pengurus Partai Golkar periode 2010-2015 Kecamatan Merapi Timur. ”Muscam ini sekaligus melakukan pengukuhan kepada ketua DPC Partai Golkar di Kecamatan Merapi Timur untuk periode 2010-2015,”ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, dirinya mengharapkan dengan pengukuhan dan Muscam Paratai Golkar agar terjalin silaturrahmi antar pengurus dan kader partai Golkar dengan masyarakat Merapi Timur karena di nilai akan dapat mengukuhkan keberadaan partai Golkar di kecamatan Merapi Timur. ”Inilah yang kita harapkan, supaya pengukuhan dan Muscam Partai Golkar ini dapat menjalin hubungan silaturahim antara pengurus dengan kader Golkar bersama dengan masyarakat Kecamatan Merapi Timur,”tegasnya.
Ketua Umum DPC Partai Golkar Kecamatan Merapi Timur Bambang Fivetoni mengatakan, Muscam yang dilaksanakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan silaturahim bersama dengan masyarakat dan pengurus DPC Partai Golkar di Kecamatan Merapi Timur.
”Pelaksanaan Muscam ini bertujuan untuk meningkatkan silaturahim bersama dengan masyarakat Kecamatan Merapi Timur, serta meningkatkan silaturahim dengan DPC Partai Golkar. Apalagi kita sesama kader Partai Golkar kedepannya bisa memajukan Kabupaten Lahat,”katanya.
Bahkan ditambahkan Bambang, pelaksanaan Muscam tersebut berupaya untuk kesiapannya dalam memegang amanat masyarakat yang akan ditujukan untuk kepentingan rakyat.
”Memang di Muscam ini, dihadiri oleh wakil Sekretaris DPD II Partai Golkar yang berupaya dapat meningkatkan dan memberikan amanah masyarakat di Kecamatan Merapi Timur,”lanjutnya kepada Lapos.
Sementara Camat Merapi Timur Ahmad Hadiah SE dalam sambutannya mengatakan, dirinya berterima kasih atas partisipasi dari DPD ll Partai Golkar dan pengurus partai Golkar dalam meningkatkan silaturahim bersama masyarakat Merapi Timur.
Bahkan tak hanya ini saja, dirinya mengharapkan supaya pengurus, tokoh masyarakat, kepala desa, bisa bekerja sama dalam partisipasi membagun Kecamatan Merapi Timur.
”Semoga dengan silaturahim bersama ini, kiranya kita bersama-sama dapat membangun Kecamatan Merapi Timur untuk kedepannya,”pungkasnya. (mg 11)
LAPOS, Kota Lahat – Naik sejumlah sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran, membuat masyarakat Kabupaten Lahat, khususnya Kota Lahat sedikit mulai menunjukan keresahan. Kondisi ini mengundang perhatian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lahat untuk mengambil langkah menyikapi kenaikan harga tersebut.
“Khusus beras, berdasarkan laporan yang diterima mengalami kenaikan sebesar 7 persen, dan membuat warga sedikit khawatir. Sebab bahan pokok tersebut merupakan salah satu kebutuhan utama,” kata Kepala Disperindag Lahat Ir Agustia Budiman MM, saat menghubungi Lapos Senin (28/6).
Penyebab kenaikannya, ungkap Agustia, karena sebentar lagi bulan puasa tiba, saat ini Kabupaten Lahat telah memasuki musim kemarau, dan permainan tengkulak di pasaran, sehingga mendongkrak kenaikan harga sembako.
“Biasanya, kenaikan ini, tidak jauh dari permainan tengkulak di pasaran, menjelang bulan puasa, atau musim kemarau,” ungkapnya.
Nah, apabila dalam waktu dekat harga khususnya beras belum stabil, maka pihaknya (Diperindag) akan melakukan kerjasama dengan Bulog Lahat, guna melaksanakan operasi pasar (OP), supaya harga komoditi tersebut dapat ditekan dan kembali ke harga normal.
“Belum stabil, maka pihaknya akan melakukan OP, dengan bekerjasama dengan Bulog, agar menekan harga beras kembali ke normal dan daya beli masyarakat mulai bergairah,” jelas Agustia.
Selain itu, lanjut Agustia, berdasarkan laporan yang diterima, harga cabe di pasar, kini tembus mencapai Rp 40 ribu/kg. Jelas ini sungguh meresahkan warga yang memang membutuhkan hal tersebut.
“Selama ini, kebutuhan cabe di Kota Lahat dipasok dari Kota Pagaralam, dikarenakan, jalan menuju Lahat sedang putus, sehingga transportasi menjadi terhambat, disamping menjelang bulan puasa sebagai salah satu faktor naiknya harga bahan komoditi,” urainya.
Sementara itu, Kepala Bulog Subdivre III wilayah Kabupaten Lahat Wahyudi SE mengatakan, pihaknya akan melakukan yang terbaik, dalam menyalurkan beras yang layak dikonsumsi oleh warga, terlebih lagi dalam melakukan OP.
“Kita siap membantu pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Lahat dalam melakukan OP, agar harga beras yang melambung akan kembali normal dan daya beli masyarakat kembali bergairah,” katanya. (13)

Foto: Bernard/LAPOS
LAPOS, Kota Lahat – Ada pemandangan yang cukup menarik di dua SPBU yakni Bandar Agung dan Muara Siban di Kota Lahat, dimana selama dua hari ada warga rela mengantri hingga puluhan meter demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) guna melaksanakan aktifitas sehari-hari.
Berdasarkan hasil pantuan di lapangan, nampak di SPBU Bandar Agung puluhan meter kendaraan bermotor maupun mobil harus rela antri untuk mendapatkan beberapa liter BBM, hingga bahkan ada yang 20 menit menunggu gilirannya. Sama halnya dengan SPBU di Muara Siban, walaupun antrian tidak panjang, akan tetapi, pemandangan yang terlihat cukup ramai dengan pembeli BBM.
Muksin (45) salah satu warga mengatakan, dirinya dari tadi pagi hingga sekitar pukul 09.30 WIB baru mendapatkan BBM, guna melaksanakan aktifitasnya sehari-hari.
“Saya dari tadi pagi sudah mulai antrinya, dan baru sekarang dapat BBM, dimana harus rela secara gantian dengan pengendara sepeda motor lainnya, dan situasi yang ada, tidak ada yang saling serobot,” katanya, ditemui, Senin (7/6).
Nah, ada satu hal yang disesalkan oleh dirinya, dimana pihak SPBU masih melayani pembeli BBM menggunakan derigen. Padahal hal tersebut tidak diperbolehkan sama sekali oleh pihak pertamina.
“Saya sesalkan SPBU ini masih melayani pembeli bensin yang gunakan derijen, kan, itu tidak boleh, karena sudah ada peraturannya yang menyebutkan demikian,” celetuk Muksin kepada Lapos.
Dijelaskan Muksin, kepada pihak terkait untuk mengatasi persoalan yang sedang terjadi, apabila kejadian antrian BBM ini belum terselesaikan, ditakutkan warga lain akan mempertanyakannya.
“Saya mewakili masyarakat lain, kepada pihak terkait yang berwewenang, untuk dapat mencari solusi terbaik, agar BBM ini kembali normal, dan aktifitas warga tidak mengalami terhambat,” tukasnya.
Sementara itu, Robert Humas PT Pertamina Sumsel mengakui, adanya antrian BBM di sejumlah SPBU, hal ini disebabkan adanya pembatasan kuota yang diberikan, dimana selama Januari-Mei telah terjadi over kuota di setiap SPBU dan sama sekali tidak kaitannya dengan rencana pemerintah pusat yang akan menghapus subsidi kepada kendaraan bermotor.
“Memang di 2010, atas kebijakan dari pemerintah pusat melalui PT Pertamina untuk membatasi kuota BBM yang didistribusikan ke SPBU yang ada di Sumsel ini. Dimana selama lima bulan telah terjadi over permintaan, oleh sebab itu, untuk mengatasinya harus diatur,” katanya.
Nah, dirinya juga meminta kepada seluruh masyarakat yang menggunakan kendraaan bermotor untuk berhemat dalam pemakaian BBM, pergunakan seperlunya, sebab dikhawatirkan ketika memasuki hari raya besar, permintaan akan BBM tidak dapat dilayani semaksimal mungkin.
“Untuk itulah, konsumsi masyarakat akan penggunaan BBM harus diatur lagi dalam pemakaiannya, sehingga kedepan tidak terjadi over kuota, dan bukannya kelangkaaan yang terjadi,” jelas Robert.
Terpisah, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat H Niko Pransisko SH didampingi anggota komisi Ali Hazmi Arsyad mengatakan, tentunya kepada pihak PT Pertamina untuk mencari solusi terbaik, sehingga kedepan tidak memunculkan keresahan terhadap publik.
“Antrian BBM yang terjadi haruslah menjadi pusat perhatian pertamina, mengapa, tentunya mereka segera mencari apa kebijakan dan langkah selanjutnya yan diambil, guna mengantisipasi antrian tersebut, dan tidak membuat warga menjadi resah,” katanya.
Niko mengharapkan, seharusnya pihak PT Pertamina mensuplai BBM tersebut ke setiap SPBU secara normal saja, sesuai dengan permintaan, dan mengaturnya sedemikian rupa.
“Dan bagaimana kita berpikir, dengan mengaturan ini, jangan sampai terjadi antrian yang cukup panjang,” tandasnya. (13)

LAPOS, Empat Lawang - Seiring peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) masyarakat bumi saling keruani sangi kerawati, Yayasan Lembaga Pengembangan Pendidikan Profesi dan Keterampilan (LP3K) Insan Cita Empat Lawang menyiapkan program pendidikan pascasarjana (S2) bekerjasama langsung dengan Universitaas Bengkulu (Unib).
Karena, dengan adanya lembaga pendidikan yang memang sudah disetujui dan resmi melalui Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Pusat, kesempatan melanjutkan pendidikan menuju jenjang lebih tinggi atau pascasarjana tidak perlu lagi keluar daerah Empat Lawang.
“Meningkatkan SDM masyarakat, terutama segenap aparatur pemerintahan memang sangat penting, karena selain dapat menunjang karier juga dapat menjadi salah satu pendukung perkembangan mutu dan kinerja dalam melaksanakan tugas. Nah melalui motivasi pengembangan SDM di Empat Lawang Yayasan LP3K Insan Cita, mengajak berkembang dengan membuat lembaga pendidikan ini,” ungkap Ketua Yayasan LP3K Empat Lawang H M Eduar Kohar, Selasa (8/6).
Sekda Empat Lawang itu menjelaskan, melalui program pascasarjana S2 magister manajemen yang dikembangkan, mampu memberikan fasilitas pendidikan yang sama dengan program pascasarjana di luar daerah.
Setidaknya dengan lokasi yang lebih dekat, dapat meminimalisir biaya, kendala dan perencanaan waktu antara kegiatan belajar dan tugas. Jika dibandingkan dengan konsep tugas belajar maka dana yang dikeluarkan bisa mencapai Rp 50 juta lebih, belum lagi ditinjau dari banyaknya waktu yang terpakai.
“Bila pendidikan tersebut dilakukan didaerah sendiri, setidaknya waktu dan biaya dapat lebih ringan. Tentunya dengan mutu dan konsep pendidikan yang sama, sehingga pengembangan mutu SDM Empat Lawang dapat lebih maksimal,” terangnya.
Eduar menambahkan, sebagian besar PNS memang sudah mengikuti jenjang pendidikan S1, setidaknya paling rendah D3. bahkan hampir 30 persen dari para kades mengikuti pendidikan jenjang S1.
Tentunya dalam menunjang karier dan kinerja dalam bertugas, sangat ditekankan untuk dapat bersaing melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian seiring perkembangan pembangunan Empat Lawang, harus ditunjang melalui pembangunan SDM yang lebih profesional.
“Kita yakin pengembangan program pasca sarjana manajemen ini, dapat dirangsang positif dan digemari masyarakat Empat Lawang terutama para pegawai dilingkungan pemerintah Empat Lawang. Alhamdulillah saat sudah ada sekitar 25 pendaftar, diyakini kedepan pasti peminatnya kan lebih bertambah,” imbuh Eduar.
Sementara itu, Sekretaris Direktur Utama Unib, Sugeng Susetyo didampingi Asisten Dirut, Paulus Suluk Kananlua mengatakan, pihaknya sangat sepakat dengan ungkapan peningkatan mutu SDM Empat Lawang, yang dicanangkan Yayasan LP3K Insan Cita Empat Lawang. Karenanya program pascasarjana S2 MM yang akan dikembangkan, akan dilakukan pihak Unib secepatnya.
“Konsentrasi program pendidikan diantaranya, manajemen pemasaran, keuangan, ekonomi bisnis dan SDM. Dalam hal ini pendanaan memang cukup ringan dibandingkan tugas belajar keluar daerah, bahkan akan disesuiakan dengan peminat dan jumlah peserta. Dalam artian jika pesertanya banyak, maka biaya akan lebih ringan. Secara umum program pendidikan pascasarjana MM Unib, memang sudah resmi dari Dikti dengan status akreditasi B,” papar Sugeng.
Ditambahkannya, mengenai program pendidikan dilakukan selama empat catur wulan (cawu) atau empat triwulan. Dengan pembagian pada cawu satu dan dua, dilakukan pembelajaran materi kuliah umum, selanjutnya pada cawu ketiga diberikan materi konsentrasi. Pada cawu keempat atau yang terakhir tidak membahas materi tetapi lebih difokuskan ke tingkat tesis.
Sehingga melalui program pendidikan paket, disiapkan selama kurang lebih 14 bulan program pendidikan pascasarjana sudah selesai. ”Untuk keterangan pendaftaran nanti kami akan sampaikan brosur ke setiap instansi, untuk peserta yang bukan dari S1 manajemen, akan disiapkan program matrikulasi yang akan dilaksanakan selama dua bulan sebelum masuk jadual pendidikan,” pungkas Sugeng. (14)
LAPOS, Kota Lahat - Hari kedua atau lanjutan dari Launching program Nasional Revitalisasi Keluarga Berencana (KB) 2010, yang melibatkan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Lahat dan TNI ini mendapatkan hasil positif.
Pantuan Lapos di lapangan, Rabu (2/6) tepatnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat. Sekitar 10 orang pria bersedia secara sukarela menjadi aseptor KB vasektomi atau lebih di kenal dengan Medis Operasi Pria (MOP), dan sekitar 50 orang wanita aseptor Tubektomi atau Medis Operasi Wanita (MOW).
Menurut Sarwono (42) warga Desa Ulak Lebar Kecamatan Merapi Barat mengatakan, upayanya untuk operasi KB ini sendiri dengan pertimbangan kasihan melihat derita istri yang selama ini harus terus bolak-balik melakukan KB, yang sebenarnya tidak cocok di tubuhnya.
“Istri aku itu sekarang kurus nian sejak KB, aku jadi kasihan. Pas denger rencano ini, aku sepakat dengen dio bahwa biarlah aku yang mencoba KB pria,” ungkapnya.
Dilanjutkan Sarwono, ternyata apa yang selama ini ada dalam benak masyarakat awam tentang Pasektomi jelas salah. Bukan berarti dengan vasektomi, dirinya kemudian dikebiri, melainkan hanya dilakukan operasi tertentu, yang rasanya tidak sakit.
“Seperti digigit semut kok rasanya. Cuma memang saya tidak lihat jelas apa yang dilakukan dokter tadi, tapi pas selesai Alhamdulillah apa yang ditakutkan orang banyak selama ini jelas salah,” pungkasnya.
Sementara Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan KB dan PK Lahat Isyamto mengatakan, pihaknya sangat bangga akan pencapaian di lapangan sampai hari kedua program Revitalisasi KB. Dimana, antusias dan tanggapan warga sangat tinggi dan ini perlu dipertahankan kedepannya.
“Lahat aseptornya sangat baik, sehingga di hari kedua saja, semuanya terpaksa mengantri, dan sekitar 24 petugas medis gabungan Provinsi dan Kabupaten sedikit kelabakan,” katanya.
Lanjut dia, kegiatan ini sendiri masih akan berlangsung hingga besok. Pihaknya masih menerima telpon dari beberapa Kecamatan yang menyatakan kesediaannya untuk melaksanakan KB di Lahat.
”Kita besok tetap akan layani warga yang berminat. Selama ini untuk kebaikan, kenapa tidak kita laksanakan,” tandas Isyamto. (13)